fbpx

Uncategorized

No Farm No Food

Hallo semuaa, kenalin nama aku Alfa. Aku tinggal di sebuah kota kecil bernama Adenville. Keseharian masyarakat di kota Adenville adalah ada yang bekerja, sekolah, dan lain-lain. Kebanyakan masyarakat di kota Adenville bekerja di sebuah perusahaan milik beberapa konglomerat dari kota-kota besar yang membangun perusahaannya di kota Adenville. Untuk kebutuhan pangan, sandang, dan papan biasanya kota ini selalu mengimpor dari kota lain sehingga walaupun disebut dengan kota kecil, masyarakat kota Adenville tidak ada yang berprofesi atau berlatar belakang petani.

Oh iya, aku belum ngasi tau kan, aku adalah satu-satunya mahasiswa pertanian dari kotaku. Hmm.. kenapa aku memilih pertanian padahal teman-teman sebaya dari kotaku tidak ada yang berminat ke bidang pertanian. Alasanku simple, aku cuma pengen pertanian di kotaku ini semakin dikembangkan. Karena aku tau bahwa pertanian juga sangat penting bagi keberlangsungan hidup makhluk hidup.

Aku selalu dipandang sebelah mata oleh masyarakat dan teman-temanku. Mereka bilang “ngapain sih kuliah pertanian,toh ujung-ujungnya bakal jadi petani”. Aku sudah biasa dengan pernyataan tersebut, aku cuma bisa menutup telinga dan tetap berpegang pada tujuan awalku masuk pertanian.

Di pekarangan rumahku, aku menanam buah-buahan dan sayur-sayuran. Itupun aku dicemooh oleh masyarakat. Namun, ada segerombolan anak kecil yang senang melihat aku merawat tanamanku. Terkadang aku juga sering memberi mereka buah-buahan yang aku tanam. Apalagi sehabis mereka pulang sekolah melewati rumahku dan aku lihat mereka tampak senang dan tertarik dengan bidang pertanian.

Suatu hari, aku berencana untuk mengumpulkan anak-anak tersebut untuk mengajari mereka cara bercocok tanam di pekarangan rumah mereka masing-masing. Aku rasa dengan dimulainya rasa cinta terhadap pertanian sejak dini, bisa mengembangkan pertanian di kotaku.

            “Hallo adik-adik, kalian baru pulang sekolah?” sapaku kepada mereka saat melewati rumahku.

            “iya kak” kata mereka dengan penuh senyuman

            “Kalian pengen ga, kakak ajarin cara bercocok tanam di pekarangan rumah kalian? Kalian bisa menanam buah atau sayur” ajakku.

            Mereka semua sangat antusias dan mereka semua mau. Akupun sangat senang. Aku meminta mereka untuk meminta izin terlebih dahulu kepada orang tua mereka.

Keesokan harinya, tiba-tiba orang tua mereka datang kerumahku. Mereka datang sambil marah-marah kepadaku.

            “Hehh Alfa, kamu ngapain ajak-ajak anak kami untuk jadi petani?”

            “Buang-buang waktu saja, lebih baik mereka belajar dirumah.”

Aku sangat terkejut, mereka memarahiku hanya karna aku ingin mengajari anak mereka cara bercocok tanam yang baik, bukan untuk menjadi petani.

            “Bapak-bapak, Ibu-ibu mohon maaf sebelumnya. Saya hanya ingin mengajari mereka cara bercocok tanam yang baik agar mereka bisa melakukannya dirumah sehingga kalian tidak perlu membeli dari kota lain.” kataku kepada mereka.

            “Alahh, ngapainnn… lebih baik mereka belajar dirumah. Lagian kami punya uang kok untuk beli sayur atau buah.” Kata mereka.

Setelah mendengar itu, aku hanya bisa pasrah dan semakin ragu untuk bisa mengembangkan pertanian di kotaku. Aku sangat sedih, apakah memang sehina itu kah Bertani? Sampai-sampai mereka semua menjadi sangat benci kepadaku.

Hari demi hari berlalu dan masyarakat masi tetap saja mengolok-olokku dan tidak memperbolehkan anak-anak mereka untuk bermain atau bahkan bertemu denganku. Hmmm…. sepi sekali rasanya.

Hingga pada suatu hari pemerintah mengumumkan bahwa terjadi suatu insiden yang mengancam kebutuhan pangan masyarakat. Terjadi wabah penyakit yang mengerikan dan menular akibat suatu virus yang melanda kota yang menjadi importir bahan pangan ke kota kami. Seluruh perjalanan baik dari udara, darat, maupun laut ditutup ke kotaku. Seluruh masyarakat mulai panik karena mereka tidak tau bagaimana lagi cara untuk menyuplai kebutuhan mereka.

Saat semua panik, semua tidak tau cara untuk bertahan. Tidak tau dengan yang namanya kemandirian pangan. Apa yang bisa dilakukan? Tidak ada lagi. Masyarakat mulai unjuk rasa ke pemerintah, menghancurkan sarana dan prasarana kota. Masyarakat sangat menderita, mereka bahkan ada yang nekat untuk pergi ke kota importir tersebut padahal mereka tau kondisi kota tersebut. Akibatnya, mereka tidak boleh lagi kembali ke kota Adenville karena dianggap sebagai pembawa virus. Akibat dari kejadian itu, banyak masyarakat yang tidak tahan lagi sehingga mereka banyak yang jatuh sakit, meninggal, bahkan ada yang bunuh diri. Berita tersebut sudah makanan sehari-hariku. Sedangkan aku? bagaimana? Ya makan hasil tani.

Saat aku pergi melihat keadaan kota, aku melihat seorang kakek yang tinggal tidak jauh dari rumahku. Dia hidup sendirian menahan lapar dan tidak ada yang menolong. Aku sangat kasihan melihat kondisi kakek tersebut. Ketika aku menghampirinya, dia menangis merintih kesakitan akibat kelaparan. Aku langsung memberikan dia beberapa sayur dan buah yang aku tanam di pekarangan rumahku.

“Darimana kau dapatkan sayur dan buah ini nak?” kakek itu terkejut melihatnya.

“Aku selama ini menanam beberapa sayur dan buah di pekarangan rumahku kek. Kebetulan juga aku adalah seorang mahasiswa pertanian,” kataku

Ternyata kakek itu juga merupakan salah satu masyarakat yang pernah mengolok-olokku karena aku seorang mahasiswa pertanian. Kakek tersebut sangat merasa bersalah dan minta maaf kepadaku.

Setelah itu, kakek itu membantuku untuk kembali memperkenalkan pertanian kepada masyarakat di kotaku. Akhirnya, setelah penantian lama masyarakat mulai menerimanya dan mereka semua mau untuk mulai menanam di pekarangan rumah mereka. Bahkan pemerintah juga membuka lahan pertanian yang cukup luas di kotaku untuk menyuplai kebutuhan pangan di kotaku.

Setelah kejadian itu, banyak perubahan yang terjadi di kotaku. Masyarakat sudah mulai mengurangi impor kebutuhan dari kota lain dan kota Adenville menjadi lebih indah.

Read with Me!

Connect with Us!

Visit Us!

Credits

<a href=”https://www.freepik.com/vectors/people”>People vector created by freepik – www.freepik.com</a>

<a href=”https://www.freepik.com/vectors/abstract”>Abstract vector created by katemangostar – www.freepik.com</a>

<a href=”https://www.freepik.com/vectors/summer”>Summer vector created by upklyak – www.freepik.com</a>

<a href=”https://www.freepik.com/vectors/city”>City vector created by tartila – www.freepik.com</a>

April 28, 2021

Secreations 3rd

No Farm No Food Hallo semuaa, kenalin nama aku Alfa. Aku tinggal di sebuah kota kecil bernama Adenville. Keseharian masyarakat di kota Adenville adalah ada yang […]
March 24, 2021

Secreations 2nd Edition

Predictable and Unpredictable Read with Me! Connect with Us! Instagram Twitter Youtube Visit Us! Credits! Dokumentasi IAAS Goes to Farm
February 28, 2021

Secreations

Bertani di Kerajaan Monster Read with Me!           Kerajaan monstrum adalah kerjaan yang dihuni oleh monster. Orc, slime, goblin, vampir, naga, centaur, chimera, dan masih banyak […]
December 28, 2020

OUR NEW LEADER 2020/2021

“The greatest leader is not necessarily the one who does the greatest things. He is the one that gets the people to do the greatest things.” […]
December 28, 2020

IAAS Documentary 2020

Hello #FamilIAAS! It is the end of the year, which also ends the embarking journey of this year’s agenda. With another chapter closed, there is nothing […]
December 28, 2020

IAAS Appreciation

“When your desires are strong enough, you will appear to possess superhuman powers to achieve.”― Napoleon Hill Hello #FamilIAAS! Congratulations for become the best staff in […]
December 28, 2020

I-POD 17 : Point Of View

Sharing our thoughts and point of view of all the fun times we had in IAAS. Coming out with our own impression and leaving words for […]
December 28, 2020

Aquaponic From Home Competition (AFHC) 2020

Hello #FamilIAAS! Aquaponic From Home Competition (AFHC) 2020 is an aquaponic installation competition initiated by Project Department IAAS LC Unpad which aims to improve household food […]
December 28, 2020

Agrifact : 3 Agriculture Technologies in Indonesia

Hello #FamilIAAS! As time goes by, technology is also growing rapidly, including agricultural technologies. The development of agricultural technologies certainly affects agricultural productivity. so, the agricultural […]
Buy now